Jumat, 18 Mei 2012
Bersahabat dengan ANGIN
Sabtu, 12 Mei 2012
AKU INGIN JADI MOTIVATOR BISNIS
Tengok juga di www.pijatcapstiwi.blogspot.com
Jumat, 27 April 2012
Q tak ingin jadi SAMPAH!
Senin, 09 April 2012
AKU BANGGA MEMILIKI PENA SEPERTIMU...

Hari ini aku benar-benar mulai memegang pena hitamku
Menulis dan menggoreskan langkah demi langkahku
Penaku seakan pasrah...
Pasrah aku lenggak lenggokkan pinggul seksinya
Di tinta ini, aku ingin berbicara terbuka
Menadakan apa yang ada dalam pikiran ini menjadi goresan emas
“Aku ingin bebas...”
Membebaskan kemalasanku ini biar mati terkubur dalam-dalam
Hingga aku bisa berkarya dalam kenyataan yang benar-benar nyata
Saat ini penaku tetap bergoyang aduhai di atas kertas yang bergaris ini
Mataku yang lebam sebagai bukti kepada dunia
Aku ingin berhasil dengan kreasi yang nyata
Punggungku mulai membengkok seakan memberi sinyal keletihan
Tanganku mulai gematar merasakan rasa capek yang semakin menggila
Kakiku seakan semakin mengeras bagaikan tembok-tembok bangunan Belanda
Hidungku seakan semakin buntu akibat sesaknya di dada ini
Meski seakan nyawa ini tinggal setengah
Aku tetap terus menekan ujung pena ini hingga keluar cairan pena emasnya
Untuk membentuk keindahan yang benar-benar aku harapkan keindahan itu
Telingaku seakan menggema, mendengung, dan berkata padaku dengan ucapan...
“Aku capek... Aku letih...”
Detak jantungku berteriak kencang dengan ucapan...
“Aku capek...!!! Capeeeeeeeeeeeeek...!!!”
Pundakku pun berbisik ke hatiku ini dengan bisikan...
“Aku juga capeeeeeeeeeeek...”
Hatiku ini mampu merespon dan mendengar rintihan keletihan dari anggota tubuhku
Seakan hatiku terpaksa mengucap dengan ucapan,
“Semua jangan mengeluh padaku!”
“Kenapa??? Kita semua membutuhkanmu untuk bergerak!”
“Aku juga capek...!!!”
Hati ini seakan letih dengan protesnya yang kompak
Hatiku ini seakan ingin berlari meloncat ke planet lain
Menemukan ketenangan yang indah,
Ketenangan yang senyap akan godaan,
Keheningan untuk sementara ini aja!
Ku ingin melompat ke sana, walau hanya sebentar...
Meski hanya sesaat, aku ingin kesana memutari kesepian yang sejati
Memadamkan keletihan hatiku ini
Biar anggota badanku lekas semangat lagi
Hahaha... hahahahaha... haha..
Aku hanyalah manusia bodoh tak sepintar dia
Namun, aku ingin pintar menandinginya
Aku memang tak sehebat manusia hebat lainnya,
Namun, aku ingin menjadi manusia terhebat
Persetan!
Meski aku manusia bodoh dan tak sehebat manusia hebat lainnya,
Aku urungkan loncatanku ke planet lain, haha...
Hanya dengan penaku,
Lewat penaku ini,
Penaku yang mampu memegangiku untuk tegar di muka bumiku ini
Hanya penaku, aku memupuk hatiku yang layu
Hanya penaku, hatiku yang layu kini jadi nomor satu
Pena,,, Aku ucapkan terima kasih suciku ini spesial untukmu
Kesucianmu seakan membalas dengan serpihan mutiara-mutiara tinta
Terima kasih ku ucapkan,
Aku bangga memiliki pena sepertimu
Minggu, 08 April 2012
Coretan,,, 02-12-2011
CERITAQ
Dear Diary:
Selamat MALAM dunia...
Tepat pukul 22:09, 02-12-2011 Q mulai berusaha untuk mengerakkan jari jemariku merakit kata demi kata, menyusun kalimat demi kalimat, dan merangkai keindahan dibalik coretan. (kayak cewek ja pakai Dear diary, hehehe)
“Biarin!” ucapku
Kemarin rabu, 30 November 2011 merupakan hari yang sangat bersejarah,,, Ya bener-bener bersejarah. Mau tau kenapa? Jawabannya...
Karena di hari itulah ku tekadkan segala niat baik jiwa dan ragaku ini untuk menjalani kisah pertama kaliku... yaitu:
Pertama kali, Masuk di salon! Hehe.
Pertama kali, selama usia 20 tahun Q mbayar saat potong rambut!
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ya itulah pengalaman yang tak pernah Q lupakan, betapa tidak? Bayangkan selama usiaku 20 tahun, Q gak pernah sama sekali mbayar saat potong rambut! Hahahahahahaha, mbuka rahasia! Jawabanya, bukan karena pengen gratisan atau melarikan diri gak mau mbayar sehabis potong rambut. Jawabanya tuh karena tukang cukurnya tuh kakekku sendiri, jadi ada unsur kekeluargaan githu..”JADI GRATIS... TIS... TIS...” Gratisnya sampai 20 tahun! Gak kebayang ya...??? hehe, Padahal upah potong rambut tuh hanya sekitar Rp. 3.000,- sampai Rp. 5.000,- di kampung.
Sewaktu di kota Surabaya...
Untuk pertama kalinya Q merogoh kocek Rp. 20.000,-...!!! Aku pun tersenyum. Namun, adek seakan gak percaya atas perbandingan di desa dan di kota yang diekspresikan dalam bentuk sms di hpQ,,, “Mas potong rambutnya Rp. 20.000,- lho..”
“Namanya juga salon,,, Gak masalah, belajar jadi orang kaya...” ucapku agak mengandung pembelaan yang terlanjur masuk dalam Salon Potong rambut untuk pertama kalinya itu.
#---RAMALAN HIKMAH---#
Inilah kehidupan yang selalu dan pasti terdapat akan perubahan, siapa pun yang gak berubah dengan situasi dan kondisi yang ada. Maka, laksana manusia itu akan terlindas dengan sendirinya oleh perubahan zaman yang ada, yang pasti dengan aturan yang benar.
“BELAJAR JADI ORANG KAYA” itulah yang sering Q tekankan pada raga, jiwa, dan imajinasiku. Logikanya, siapa yang belajar dengan sungguh-sungguh PASTI akan TERWUJUD. Bukanya, prasangka Tuhan (Allah.red)=Prasangka kite2. Ya kan? Tu kata pak Kyai saat da ceramah di kampungku lho...
Tak selamanya, di saat manusia itu uda terlanjur hidup nyaman saat ini berarti pada suatu saat nanti ikut nyaman pula, lumb tentu! Oleh karena itu, Q belajar untuk gak gratisan lagi!
Awal TKP, Q ke salon sehabis jualan Sari Kedelai di Depan Kampus IAIN Sunan Ampel Surabaya... Ibarat kata ni ye, habis capek... trus disuguhi pelayanan. Mantaaaaaaaaaaap! Semangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat...!!! PANTANG MENYERAH!
Dan laen-laen... hehe
Sabtu, 31 Maret 2012
Motivator Spesialku
Saat diri menginjak tepat berada di bumi Surabaya,
Jujur, sempat sesak sakit di dada yang aku terima
Beban kebutuhan hidup seakan aku tanggung kesemuanya
Berkeringat sendiri sampai jungkir balik sendiri
Tak membuatku sampai bunuh diri
Aku malah semangat untuk berkarya dan berprestasi
Jauh dari orang tua emang terasa tak enak
Namun, itulah pilihan hidup yang menurutku sudah yang terbaik,
Aku berharap dengan pilihan emasku itu,
Aku mampu membuat kedewasaan yang begitu berarti
Jauh darinya, terasa sepah di hati ini
Jauh darinya, aku mulai belajar tegar
Tegar meski terkadang harapan tak sejalan dengan kenyataan
Aku rindu akan motivasi-motivasi kerennya
Yang mampu menghidupkan kemalasan-kemalasan pada diriku saat dulu kala
Jauh darinya, aku belajar lebih mandiri
Aku selalu merindukan kasih sayangnya
Merindukan masakan bahkan sampai kecerewetannya yang bernilai,
Sampai saat ini, aku tetap merindukanmu
Dengan ridhomu, aku melangkah ke bumi-Nya yakni Surabaya
Belajar merangkak, melangkah, berjalan, bahkan hingga berlari di tempat orang
Bernafas, memeras keringat hingga banting tulang di kehidupan jalanan,
Demi mendapat ilmu dan rezeki spesial dari-Nya
Bapak, Ibu, Adek...
Aku sangat rindu kehadiran nyatamu,
Aku hanya membayang-bayang dan...
Menatap foto di balik dompet yang terselip rupiah
Hidup memang harus memilih
Memilih kehancuran, kesengsaraan, atau kebahagiaan
Kini, aku sepakat untuk memilih untuk hidup mandiri jauh darimu
Sungguh berat hati ini meninggalkan kampung
Memang ini yang harus aku lakukan,
Sungguh lebih berat lagi bila diri ini menetap di kampung
Yang hanya bergelut pengalaman itu-itu saja,
Ibu,
Aku butuh pelukanmu,
Bapak,
Aku butuh dekapan nasehatmu
Adek,
Aku butuh senyuman manismu yang menggemaskan,
Keluargaku,
Aku sangat butuh sentuhan kasih sayang,
Mereka adalah motivator spesialku di kampung,
Meski aku di sini, engkau di kampung sana
Aku sangat merasakan mutiara motivasimu
Yang menempel pada jiwa dan ragaku
Motivasimu mampu menghantar semangatku
Bayangan-bayangan motivasimu mampu membuat badanku tegak
Namun, meski engkau di sana
Sekarang, aku mampu merasakan
Motivasimu untuk putra pertamamu,
Aku masih teringat petuahmu,
Petuah yang inspiratif,,,
Aku persembahkan dengan bangga,
Inilah:
“Nak suksesnya dari keluarga sukses itu sudah BIASA
Namun, suksesnya dari keluarga mlarat itu nak baru bisa disebut LUAR BIASA”
Kini aku simpan lantunan mutiara-mutiaramu itu,
Sembari meneteskan air mata saat aku mengingatnya
Sembari air suci ini menetes setiap kali aku menulisnya
Sembari air mata ini terpeleset di pipi saat aku mengungkapkannya
Terima kasih semangatmu,
Meski aku tidak terlahir dari keluarga yang terlalu HEBAT
Aku sangat yakin kelak...
Dalam waktu dekat ini,
Keluargaku,
Anak dan cucuku akan bangga melihatku,
Aku optimis sebagai perintis keluarga yang SUKSES,
Aku tak peduli orang berkata apa!
Yang selalu mengunggulkan kehebatan orang dari keluarga yang sudah terlahir dari keluarga HEBAT,
Dengan sembari mengecilkan dari keluarga yang terlanjur tak HEBAT!
Aku sangat YAKIN!
Dengan semangatku dan dorongan do’a spesialmu
Semoga Allah SWT mempermudah jalan hidupku,
Untuk mengangkat derajat terhebat dalam diriku
Aku bosan hidup terhina,
Aku bosan hidup penuh dengan orang yang memandangku sebelah mata
Namun, aku sangat yakin,
Pasukan-pasukan surga-Nya,
Pasti membasmi dengan garang,
Pasukan-pasukan neraka yang mau memborbardir kehidupanku,
Semoga Sang Penguasa Alam ini mampu meridhoi langkahku,
Untuk hidup lebih baik dari sekarang,
Terima kasih ibu, meski engkau tak nampak di sampingku
Aku sangat merasakan benih-benih keibuan yang selalu menyemangatiku
Yang sangat kental di dalam keikhlasan Motivator Spesialku,
Aku harus tegar, menjalani hidup ini.
Untuk Motivator spesialku,
Jangankan untuk selamanya,
Sedetik pun engkau menemaniku dan menyemangatiku,,,
Dan kemudian meninggalkanku untuk selamanya,
Aku tetap semangat dan tegar dengan,
Keindahan motivasi yang keluar darimu,
Itu kamu Motivator Spesialku.
Semoga engkau menjadi pribadi yang hebat, kuat, dan tabah.
Yang mampu memberikan senyuman bangga buat keluarga dan orang di sekitarmu.
SEMANGAT MUDA!!!
(Foto di depan JTV Surabaya, 31 Maret 2012)



