Welcome Myspace Comments

Sabtu, 17 Desember 2011

CINTAI AKU!


Tepatnya pada Rabu, 07 Desember 2011. Mata elangku mampu menerkam coretan-coretan tanganku yang telah lama tersimpan oleh dinginnya waktu yakni sekitar ½ tahun yang lalu, inilah coretanku:

*********************

Di dalam arena kehidupanku, Aku telah mampu merasakan berbagai gejolak hidup bahwa aku adalah orang yang amat hina di mata orang-orang di sekitarku. Rasa perbedaan yang mencolok membuat semua mata hati mereka seakan tuna netra, seakan buta! Sehingga tak ada celah sedikit pun padaku untuk mencoba menjalin komunikasi sebagaimana layaknya manusia. Manusia macam apa aku ini, hidup disekian banyak manusia bernyawa dan tak ada sedikit pun yang peduli padaku, hanya segelintir! Aku sempat bertanya pada sang pembuat nyawa di atas sana, kenapa dalam hidupku telah diciptakan sebuah istana yang dinamakan ‘hati’? Kenapa aku harus memiliki hati yang sebenarnya tak ingin aku miliki? Hampir keseluruhan hidupku hanya merasakan kepedihan, dan hanya dengan hatikulah yang mampu merasakan betapa merananya kesengsaraan hidupku ini. Seandainya, Aku sanggup menghentikan rasa peka dalam hatiku ini, aku pasti bersyukur karena tak merasakan apa yang telah ku rasakan selama ini. Aku mencoba menjalani apa yang ku imajinasikan tadi. Namun, semua itu malah membuatku merasa pedih dalam menjalani hidup yang penuh dengan duri-duri tajam. Meski aku terlahir sebagai cowok, rasa sedih berkepanjangan pun tetap ku rasakan. Aku sadar bahwa banyak orang yang mengatakan kalau jadi cowok itu harus bisa tegar! Aku telah berusaha tegar dan sedikit berhasil, tapi seakan aku sebagai ‘pembohong hidup’ yakni menyembunyikan sesuatu yang sebenarnya sesuatu itu fakta terjadi! ternyata sakit! Rasa sakit ternyata tak mengenal jenis kelamin manusia, barang siapa yang merasakan betapa merananya hidup, ia pasti merasakan dengan bahasanya sendiri dan begitu juga sebaliknya.

Sungguh luar biasa memang, ketika antara hati dan seluruh anggota badan manusia seakan mampu menjalin kemitraan yang erat. Saat hati ini merana atau pun gundah gulana, wajah yang suram tampak dengan jelas, dan saat hati ini berbunga-bunga seakan wajah melihat jelas gratis bidadari di dunia surgawi sana. Ah, entahlah hidup ini, sampai saat ini aku belum mampu mengaktifkan kepekaan hatiku bahwa aku belum merasakan kenikmatan hidup, yang ada hanyalah kebingungan, hinaan, cercaan, disakiti, diasingkan, didiskriminasikan, dianggap sampah, dan hidupku seakan virus yang wajib dibasmi. Sebegitu parahkah hidupku ini? Hingga tak ada satu pun makhluk-Nya berani mendekatiku, merasakan, dan masuk dalam dunia pertualangan hidupku. Tak ada satu pun yang telah rela menganggapku sebagai layaknya manusia pada umumnya.

Mereka sangat melihatku dengan sebelah mata hati mereka, tak mampukah mereka menganggapku secara integral bukan malah parsial. Mereka memang diciptakan sebagai manusia, itu semua sama denganku juga, aku juga manusia. Sesosok manusia dimana sangat diagungkan sebagai ciptaan-Nya yang sangat sempurna. Tapi, mengapa mereka tak mampu merasakan apa yang telah aku rasakan selama ini. Mereka sungguh naïf tak menganggapku sebagai manusia pada umumnya.

Apa inikah sejatinya hidup, sejatinya hanya berisi kesengsaraan. Aku sangat muak dan bosan terhadap kesengsaraanku. Tak bisakah aku bahagia dan mampu tersenyum lebar seperti halnya manusia-manusia lainnya. Tak mampukah aku menjadi manusia yang beruntung. Aku sempat berpikiran sempit, apa aku tercipta sebagai manusia yang memiliki nasib mutlak yakni sengsara? Aku tak mampu menceritakan betapa aku merana tercipta sebagai manusia yang serba akan kekurangan pada alam semesta, alam semesta seakan ogah mendengar keluh kesahku. Wahai penguasa jagad raya! Kepada siapa aku mencari pembimbing di dunia ini, aku tak mampu berjalan dengan sendiri, AKU BUTUH MAKHLUK-MU YANG SANGGUP MEMBIMBING DAN MEMAHAMI SIAPA AKU.

Kapan Engkau memberikanku keajaiban-keajaiban sebagaimana Engkau telah memberikannya pada manusia-manusia yang beruntung lainnya? Tolong… tolong… bantu aku untuk menjalani proses kehidupan yang engkau desain ini. Aku adalah hambamu yang lemah maka anugrahkanlah aku kekuatan, aku adalah hambamu yang amat hina, maka anugrahkanlah padaku derajat yang lebih, aku hanyalah hamba-MU yang terus-menerus berdo’a agar Engkau rela untuk mencabut ketidak beruntungan hidup dalam diriku. Aku ingin tercipta sebagai manusia yang beruntung, tiap hari aku tuangkan mutiara do’aku kepada-MU agar keberuntungan bersarang pada diriku, tapi saat ini yang ku dapatkan adalah sebaliknya. Apa ada yang salah dalam diriku ini? Apa Engkau memang sengaja mempermainkan kehidupanku? dan apa memang engkau bermaksud mentraining kehidupanku agar kelak aku menjadi pemuda sang juara? Tapi entahlah biar sejarah yang berbicara, biarlah waktu yang berkuasa dan mencatat keluh kesah yang aku rasakan ini, ibarat warna-warni kehidupan yang ada di semesta ini, hidupku hanya memiliki warna kegelapan yakni hitam pekat permanen (parah bangetkan???)

Hidupku seakan bagaikan sinar yang gelap gulita menatap peluang masa depan, tak ada sinar pencahayaan sedikit pun. Aku berjalan dalam impianku berusaha menerawang dan meraba sebuah harapan yang tertuang berupa setitik sinar.

Dikegelapan itu aku mendekati titik sinar yang berada jauh di sana, tiap selangkah yang ku jalankan, setitik sinar itu sekan berlari mundur menjahuiku.

Manusia macam apa aku ini! Meski waktu terus-menerus berjalan dengan mulus, tapi hidupku tak mampu berjalan mulus sepertinya. Memang sang penguasa jagad raya, makhluk-Nya, hingga waktu pun sangat misterius seakan tak memberiku celah sedikit pun padaku untuk tersenyum, aku ingin tersenyum lepas hingga semua penat hilang berbaur dengan hembusan angin malam. Biar semua rasa ketidakberuntunganku membeku dan akhirnya meleleh dari dinginnya malam. Tapi semua itu tidak bisa! Kenapa? Apa aku banyak segunung noda kehidupan sehingga aku tak mampu memegang sebutir pasir surgamu yang nantinya mampu membawaku pada kehidupan yang damai? Apa aku buta mata hatiku melihat kenikmatan yang sebenarnya telah Engkau anugrahkan kepadaku? Apa karena manusia sering menghinaku hingga Engkau mengikuti tingkah manusia-manusia yang sebenarnya merupakan makhluk-MU? Apa karena aku bodoh menafsirkan kehidupan hingga Engkau sakit hati padaku? Ah apa yang aku pikirkan semua ini! Memang saat aku merasa gelisah, inilah yang sering aku jalani dengan pikiran kacau balau, selalu menebak-nebak atas sesuatu peristiwa yang aku alami. Itulah yang hanya aku dapat lakukan: berimajinasi, bermimpi, berfilsafat, dan menebak-nebak jalannya proses kehidupanku sebelumnya, kini dan nanti.

Aku sangat tidak paham sebenarnya, apakah yang aku lakukan selama ini membuat sang penguasa jagad raya murka atau malah Beliau berbangga diri melihat makhluk-Nya yang sangat aktif atau mengaktifkan segala apapun yang dimiliki mulai pemikiran atau kekuatan fisik, yang jelas aku masih merasakan betapa pilunya aku menjalani kehidupan aneh ini. Kehidupan yang sebenarnya menginginkan yang indah padaku. Sungguh berat sudah beban hidup yang ku alami aku hanya berharap pada-Nya dan manusia-manusia yang dalam tafsiranku selalu menghina dan mencerca kehidupanku tiada henti tanpa berani merasakan apa yang telah aku rasakan dengan langkah CINTAI AKU!

Ya itulah yang aku rasakan dulu, sekarang...


SEMANGAT itulah modalku...!!!

Sabtu, 03 Desember 2011

AKU BANGGA MENJADI MAHASISWA!


(BY: MOH. ILHAM. Sabtu, 03 Desember 2011)

(Saat mengikuti Forum Al Midad di Yayasan Mitra Arafah, Surabaya, Indonesia)

“Aku bangga menjadi mahasiswa!”

Itulah ucapanku pertama kali setelah Aku benar-benar resmi menyandang gelar sebagai mahasiswa, perasaan ingin melakukan perubahan sangat Aku tekankan baik perubahan pada diri sendiri maupun di lingkungan sekitar (aspek sosial), dimulai dengan harapan seperti itulah kemungkinan-kemungkinan atau pun peluang untuk mencetak mahasiswa yang berkualitas pasti akan segera terwujud dengan cepat. Harapan adalah keinginan atau impian yang disengaja maupun tidak, ya...! menjadi mahasiswa yang berkualitas itulah impianku! Aku selalu menekankan dalam raga dan jiwa ini yang sangat dalam bahwa mahasiswa harus bin wajib berkarya, istilahnya tuh sebagai jiwa-jiwa mahasiswa ditekankan untuk “Gak ada untuk bermalas-malasan! Untuk melamun! Untuk terlena dan hanyut dalam mimpi! Setiap gerak-geriknya untuk menyantai! Setiap detak jantungnya berdetak pelan! Setiap corong mulutnya terdiam 1022 bahasa! Setiap cucuran keringat, tak menampakkan di muka bumi! Bahkan gak ada waktu untuk tangisan-tangisan perjuangan hidup!!! Dan ditambah lagi, gak ada kata lampu merah saat melintasi jalan raya kehidupan yang penuh dengan kompetisi ini alias pantang menyerah.”

Memang kenapa semua itu tidak boleh? Sebagai gelar mahasiswa, secara otomatis suatu gelar yang telah dinanti dan dikejar akan kejayaan hidup di depan sana yakni KESUKSESAN. Mahasiswa adalah pemuda yag selalu dan selalu dituntut untuk berkarya. Majulah pemuda! Majulah mahasiswa! dunia telah menunggu dan setia menanti karya-karya spektakulermu. Jangan biarkan cengkraman-cengkraman ‘iblis’ mampu mencekik ‘mati’ malaikat-malaikat dalam hidupmu, jangan biarkan kobaran-kobaran ‘api’ semangat malaikat dalam istana ragamu padam begitu saja karena disebabkan (maaf 1022 maaf) oleh kencing-kencingan atau air kencing ‘iblis’ yang terlaknat. Biarlah ‘iblis’ marah akan coretanku ini, biarlah ‘iblis’ balas dendam kepadaku mengenai goresan penaku ini dan biarlah pula Allah SWT., akan membalas dan menjagaku dengan CINTA. Oh Allah... sang pengendali alam jagad raya, kendalikanlah pemuda-pemuda di lembaran bumi-MU untuk menjadi pemuda yang punya nilai. Mustahil kehancuran pemuda saat ini mampu memakmurkan, mampu membuat senyum di tanah air tercinta ini. Generasi masa depan! Generasi Pemuda!

Ketika ketidakmampuan dalam mengubah sesuatu menjadi lebih baik tak ada sama sekali. Seakan, muncul dengan tiba-tiba semenjak indera spesialku mampu mendeteksi ketidakberesan di sekitar kehidupanku, seperti: fresexs, aborsi, narkoba, hamil duluan, kebodohan, wabah penyakit, kemiskinan, kelaparan, peperangan, hujan tangis akan derita hidup hingga bunuh diri. Merupakan sekelumit realita yang mampu membuat mata, telinga, hidung, hingga jari jemariku gatal! Gatal yang membuatku semakin terusik untuk,,, untuk,,, dan untuk,,, change this problem! Until the end become smile! Dengan itulah, ku coba goreskan kata-kata yang tak mengandung mutiara ini untuk ku tuangkan dalam karya yang kedepannya mampu menggoreskan segunung mutiara-mutiara senyuman yang mampu mengubah paradigma, dari mahasiswa itu pendemo menjadi mahasiswa yang ruso! (kata mbah Marijan), dari paradigma mahasiswa yang suka ngopi menjadi mahasiswa yang haus akan buah-buah prestasi, dari paradigma mahasiswa yang sering merepotkan orangtua menjadi mahasiswa yang berani memberi mutiara manfaat bagi manusia, dari paradigma mahasiswa yang sukanya maen-maen menjadi mahasiswa yang sukanya membikin prihatin (prihatin membuat was-was pelaku perusak kehidupan di dunia ini, semisal: koruptor), yang jelas aku bangga menjadi mahasiswa! Hari ini PASTI BISA! Kelak PASTI BISA! Pasti bisa untuk menjadikan pribadi yang sehat dan berkualitas serta mampu menciptakan dunia yang sehat dan berkualitas pula! Sekali lagi, AKU SANGAT BANGGA MENJADI MAHASISWA!

KAMU?!?!?! BAGAIMANA DENGAN ANDA!?!?!?!

Rabu, 16 November 2011

SEBAGIAN DARI IMPIANKU TLAH TERWUJUD...!!!


Dulu tepatnya pada 01 Juni 2011 jam 16:45, Aku pernah membuat coretan yang sedikit aneh dan lumayan LUAR BIASA...!!

Coba dibaca...



##### CORETAN #####


Aku sebenarnya males mau nulis apa ini, hobby aku sih simple... Ya gini, sukanya corat-coret tulisan yang ada di pikiranku. Biar gak terlalu stres githu kalau terus-terusan disimpan di pikiran. Hobby nulis, haha. Hobby yang aneh! Cowok kok hobby nulis,,, Mending olahraga kan enak?? Itu yang sering aku tanyakan dalam hati dan aku jawab sendiri dengan hatiku pula. Masalah olahraga aku juga seneng, tapi yang paling aku senangi itu nulis alias belajar berrrrrrrrIMAJINASI. Olahraga apa saja pernah aku lakukan seperti: Panjat tebing, mendaki gunung sampai puncak, Pencak Silat, Volly, Basket, Sepak Bola, sampai Catur, deee eel eel,,,hehehe. SERIUS lho...!

Tiap ada kertas, aku sering corat coret, lumayan buat menghabiskan tinta dalam pena. Kayak lagunya bondan yang liriknya "Tinta yang keluar dari dalam pena berirama dengan apa yang aku rasa..." Bondan-bondan, mungkin sama ya kayak aku.? Maksudnya sama-sama gak punya LAPTOP, coba kalau punya Laptop. Gak bakalan pakek pena...!!! (Bercanda.)... Ne saja ngetiknya numpang di perpustakaan kampus tercinta IAIN Sunan Ampel Surabaya. Harus Bangga! nyebutin almamater kampus! Sumbangsih untuk meraih kesuksesan, kampus tidak terlalu mendukung! tapi INDIVIDU itu sendirilah yang mampu menjadikan dirinya sendiri menjadi SANG JUARA!!! yA.. Yaa.. SANG JUARA!!! Mungkin cocok yang dari film yang barusan aku lihat. (Shinjuku Incident) Film Inspiratif.... Banyak pelajaran di dalam film itu, untuk tidak DISKRIMINASI!!!! Ada kalimat sedikit lucu + inspiratif + aneh + LUAR BIASA " Untuk hidup Bahagia: 30% TAKDIR, Sisanya adalah pertempuran." hahaha. HEBAT ga ya?! Kayaknya HEBAT!

Keinginan besar, kenapa gak sebanding dengan jalan atau solusi untuk mempermudahkan yang besar pula ya? Itu yang aku rasakan! Sudah AKSI berkali-kali tapi kok kurang begitu maksimal, aku sadar... Mungkin aku HARUS lebih giat lagi dengan MAKSIMAL dan belajar IKHLAS, IKHLAS, DAN IKHLAS.

Sekian dulu ya, maklum kalu nulis di PERPUS KAMPUS dibatasi ma waktu...

Aku berimajinasi, bila aku punya LAPTOP sendiri ntar berapa banyak ya hasil tulisanku.?!?!?!?

Ne salah satu hasil tulisanku.... di www.ilhamsangjuara.blogspot.com

Mohon komentarnya ya... Masukan saran dari ANDA, membuat hidupku jadi LUAR BIASA.

Makan pepaya di rumah Obama

Sudah dulu ya dan sampai jumpa

Beli terasi di Itali

Terima kasih, terima kasih...

######### SELESAI #############

Itulah sekelumit apa yang telah ku ceritakan sekaligus apa yang aku impikan sekaligus apa yang ku imajinasikan sekaligus apa yang aku cita-citakan sekaligus apa yang aku inginkan, dan sekaligus-sekaligus yang lainnya... hehehe


INGIN PUNYA LAPTOP/NETBOOK! Itu impianku tempoe doloe... Ya bener tempoe doloe!

Tapi,

Alhamdulillah,

Tepat,

Pada,

Senin, 14 November 2011 jam 18.00

AKU (MOH. ILHAM) dan ADEK TERCINTAKU (WAHYU NUR CAHYANI)

Telah SUKSES mewujudkan semua itu,

dengan Spesifikasi Acer Aspire One 722

  • CPU / Prosesor : 1.0GHz AMD C-50 APU
  • Sistem Operasi : Windows 7 Edisi Pemula
  • Memori : 2 GB DDR3
  • Kapasitas Hard Drive : 320 GB
  • Kecepatan Hard Drive : 5,400 rpm
  • Tipe Hard Drive : SATA Hard Drive
  • Luas layar : 11,6 inci
  • Resolusi Layar : 1366×768
  • Drive optik : tidak tersedia
  • Graphics Card : ATI Radeon HD 6250 Graphics
  • Memori Video : 256 MB
  • Wi-Fi : 802.11b/g/n
  • Wi-Fi Model : Broadcom
  • Luas Touchpad : 3,4 x 2,0 inci
  • Ports (belum termasuk USB) : Ethernet; HDMI; Headphone; Kensington Lock; Microphone; VGA
  • USB Ports : 3
  • Card Slots : 5-1 card reader
  • Garansi / Dukungan : One-year International Travelers Limited Warranty
Dengan harga Rp. 2.700.000,- plus bonus-bonusnya.
Rasa syukur telah Ku ucapkan pada-Nya.
Alhamdulillah,
dengan modal impian dan Action!
Ternyata gak ada yang SIA-SIA...!!!

JANGAN TAKUT UNTUK BERMIMPI...!!!
ALLAH SWT PASTI MERESPON....!!!

PASTI...!!!

Minggu, 06 November 2011

KEAGUNGAN SPESIALMU

Betapa dahsyat keagungan Sang Penguasa Jagad Alam Raya,

Disaat keagungan tertampak begitu indah, tepat di mata elangku,

Kulitku terasa merinding, di saat keagunganMU telah tertransfer di kehidupanku,

Detak jantungku seakan mati sehari, karena betapa kaget tentang keagunganMU,

Hanya lewat dengan keagunganMU, Aku mampu tersenyum lebar,

Lewat keagunganMU, Aku mampu melangkah bagaikan Cita,

Dan lewat keagunganMU pula, Aku mampu menangiskan mutiara-mutiara kerinduan,

KeagunganMU membuatku semakin dewasa, kini…,

Senyum yang telah lama hilang, kini tak lagi terkekang,

Kebahagiaan yang dulu musnah, kini akhirnya datang juga,

Langkah yang dulu terhenti, kini telah bangkit kembali,

Keabstrakan keaguangMU dulu, kini telah jadi NYATA!

Bayangan keagunganMU dulu, kini telah jadi NYATA!

Namun…!!!

Kebimbangan seakan menghampiriku dengan penuh nada misteri,

Nada misteri yang membuat darah nadi ini semakin tertantang,

Tertantang, yang mampu mengalirkan tetesan-tetesan peluang,

Ku coba mata elangku terpejam,

Dan ku coba pula mata elangku untuk mulai terbuka,

Apapun itu…!!!

KeagunganMU seakan sangat dekat dengan kedipanku,

Thanks ya Rabb…

Keagungan SPESIALMU,

Mampu menorehkan kehidupanku yang spesial kelak, Amien!

(Surabaya: Sabtu, 22 Oktober 2011)

Balasan:

Angin datang membuatQ takut, takut akan kepunahan,

Punah yang di atas sajadah dan rintihan hatimu pada-Nya,

Q ingin beranjak pergi dari segala terpaan angina ini..

Namun, Q tak sanggup menorah keterasingan hati yang gambut Atas-Nya,

Tuhanku Allah, selembar ini Q tuang untuknya duhai si Dia,

TanpaMU Tuhan, bilih ini menangis dan tanpa dekapan cintaMU yang,

Agung.. Saya terlepas bagai waktu yang hilang begitu saja,

Dia adalah lamunanku yang tak Q ikat dalam genggaman,

Namun, sekarang saya tergenggam,

Ini sesuatu yang tidak kebetulan bagiMU, engkau mencengkram dengan rasa

yang sai,

Jadikanlah Saya dan Dia sebagai hamba yang "Engkau Cintai"

Karena Engkau adalah Cinta di atas Cinta sebenarnya.

Dan kasih di balik keindahan,

Malam ini sunyi nan merekat dalam kulit leher yang tipis,

Lamunanku terhenti oleh bayangan yang tidak ingin Saya lihat,

Angin meski waktu ini berjalan, izinkan burung kecil ini merasakan,

Kehadiranmu meski tanpa melihat dan menggennggammu…

Hanya waktu yang direncanakan oleh-Nya.

Q serahkan tentang semua rasa ini dan sampai nanti Qt berjumpa.

(Surabaya: Sabtu, 22-10-11, 22:46)

Minggu, 30 Oktober 2011

INILAH INDAHNYA PERBEDAAN…

Ku akui…

Engkau memang begitu SPESIAL

Ku akui…

Engkau memang begitu LUAR BIASA

Ku akui…

Engkau memang begitu MEMPESONA

Ku akui…

Engkau memang begitu INDAH

Ku akui…

Engkau memang begitu DAHSYAT

Ku akui…

Engkau memang begitu SEMPURNA

Ku akui…

Engkau memang begitu OKE

Namun, mengapa?

Kau memilih diriku…

Yang tak begitu SPESIAL?

Namun, mengapa??

Kau memilih diriku…

Yang tak begitu LUAR BIASA??

Namun, mengapa???

Kau memilih diriku…

Yang tak begitu MEMPESONA???

Namun, mengapa????

Kau memilih diriku…

Yang tak begitu INDAH????

Namun, mengapa?????

Kau memilih diriku…

Yang tak begitu DAHSYAT?????

Namun, mengapa??????

Kau memilih diriku…

Yang tak begitu SEMPURNA??????

Namun, mengapa???????

Kau memilih diriku…

Yang tak begitu OKE??????

Terima kasih hatiku, ku ucapkan kepadamu…

Terima kasih tekadku, ku ucapkan kepadamu…

Dengan kerelaan dan keikhlasanmu

Ku lebih bersemangat tuk menjadi,

Manusia yang lebih…

Spesial…

Luar Biasa…

Mempesona,,,

Indah…

Dahsyat…

Sempurna…

Oke…

Mendapatkanmu merupakan kesuksesan bagiku

Begitu jua, ku berharap…

Mendapatkanku merupakan kesuksesan bagimu

Inilah hidup…

Tuk mampu menjalin perbedaan,

Berbedaan yang mampu memunculkan keindahan

Indahnya perbedaan membuatku semakin bertahan

Bertahan tuk mewujudkan IMPIAN…!!!

INILAH INDAHNYA PERBEDAAN…

Jumat, 28 Oktober 2011

FATIMAHKU

Tangan sawo matangku mulai bergetar

Bergetar seakan menggerakkan mantra

Menguntai kata untuk mengucap makna

Senang bahagia hati ini sangatlah amat terasa

Merinding tak kuat menahan betapa HEBAT karunian-NYA

Sangat merinding… Merinding…

Ya Allah…

Dulu, hambamu telah meminta

Dulu, hambamu telah memohon

Dulu, hambamu telah mengemis

Dulu, hambamu telah mengasong

Meminta, memohon, mengemis dan mengasong…

Akan untaian do’a…

Kepada ENGKAU lah do’aku tlah ku kirim…

Berilah kelebihan rezeki hati ini untuk bahagia

Berilah kelebihan rezeki hati ini untuk tersenyum

Bahkan 1022 x lipat dari sebelumnya

Entah berupa harta maupun sesosok wanita

Wanita…

Wanita spesial yang menerimaku apa adanya

Tetesan keringat suci di mataku seakan berbicara

Meminta akan kelebihan atas segala yang ada

Berharap dengan kelebihan itu,

Aku mampu tersenyum sampai tertawa

Allahhuakbar…

Subhanallah…

Allah masih sayang padaku

Apa yang ku minta telah diantar di muka bumi ini

Namun, kenapa?

Kenapa?

Kenapaaaaaaaaaaa????

Hati ini masih belum siap untuk menerima

Meneima kelebihan yang ENGKAU anugrahkan padaku

Berat hati ini menerima rezeki spesialmu

Di malam yang sunyi ini,

Ku mulai memohon kembali tanpa batas

Kuatkanlah hati ini,

Ajarilah hati ini,

Biasakanlah hati ini,

Untuk menerima SUPER kelebihan yang ENGKAU berikan padaku

Ku tak ingin,

Tak ingin…

Ditinggalkan kelebihan rezeki itu

Gara-gara ku tak siap menerima.

Yang ku inginkan hanyalah…

Ajariku untuk SIAP menerima…

Aku tak ingin ditinggalkan oleh rezeki spesialmu

Hari ini…

Ataupun kelak nanti,

Allahhuakbar…!!!

Kembali ku dengungkan keagungan nama-MU…

Betapa tidak???

Diriku laksana…

Seekor semut hitam pekat,

Telah menerima kiriman khusus gula manis se truk

Allahhuakbar…!!!

Aku sangat sayaaaang banget…

Sayang terhadap rezeki spesial-MU

FATIMAHKU… Terimah kasih ku ucapkan kepadamu…

HTML

Powered By Blogger

SALJU INDAH